Aksi Pengeroyokan Di Acara Orkes Berujung Di Tangkap Polisi.

IMG 20260118 WA0033

Pendawa || Kudus – Cuma gara-gara senggolan joget, satu remaja babak belur, tujuh orang kena “harga damai” fantastis. Lebih kaget lagi, ada bapak dan dua anak kompak ikut mukul.

Aksi pengeroyokan terjadi saat konser orkes dangdut di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026). Seorang remaja menjadi korban pemukulan brutal oleh tujuh orang pelaku di tengah keramaian acara hiburan tersebut.

Dalam video yang beredar, korban terlihat dipukuli secara bergantian tanpa melakukan perlawanan berarti. Situasi di lokasi tampak ricuh, sementara penonton lain hanya bisa menyaksikan kejadian tersebut.

Yang membuat publik makin tercengang, enam dari tujuh pelaku diketahui masih berusia di bawah 20 tahun. Satu pelaku lainnya merupakan orang tua yang ternyata adalah ayah dari dua pelaku remaja. Alih-alih melerai, sang ayah justru ikut melakukan pemukulan terhadap korban.

Pasca kejadian, beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berisi rincian kesepakatan uang damai saat proses mediasi di kepolisian. Total nilai yang disebut mencapai Rp195 juta, dengan pembagian sebagai berikut:

Pelaku utama: Rp45 juta

Orang tua pelaku utama: Rp25 juta

Lima pelaku lain: masing-masing Rp25 juta

Menariknya, karena di antara pelaku terdapat satu orang tua dan dua anaknya, total uang damai yang harus ditanggung keluarga tersebut disebut mencapai Rp95 juta.

Motif pengeroyokan diduga berawal dari saling senggol saat berjoget di area konser. Insiden kecil itu berujung emosi, hingga berubah menjadi aksi kekerasan massal. Fakta bahwa orang tua justru ikut mengeroyok, bukan melerai, menuai sorotan tajam dari warganet.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa hiburan rakyat bisa berubah jadi petaka ketika emosi dan ego lebih dikedepankan daripada akal sehat.( Tree)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp
URL has been copied successfully!