Pendawa || Surabaya – Rosi (50), warga setempat menuturkan banjir diduga karena adanya sampah yang menyumbat gorong-gorong. Karena hal ini, air tak bisa mengalir dan meluap dari gorong-gorong.
“Sampah banyak masuk ke gorong-gorong, jadinya nyumbat, nggak bisa masuk airnya ke gorong-gorong karena kebuntu,” ujar Rosi.
Rosi pun membandingkan era kepemimpinan Tri Rismaharini dengan Eri Cahyadi. Era kepemimpinan terdahulu, saat hujan petugas masuk ke gorong-gorong mengambil sampah yang menyumbat. Berbada dengan era sekarang.
“Zaman Bu Risma sering pasukan masuk gorong-gorong, sekarang nggak pernah ada. Petugas harusnya sering bersihkan gorong-gorong, apalagi waktu hujan, karena air dari atas turun ke sini,” ujar Rosi.
Sementara itu, Siti (40) mengatakan, banjir di Simo Kalangan terjadi sejak sungai dirubah menjadi jalan. Pembangunan tersebut sejak tahun 2014, dampaknya banjir menyerang perkampungan.
Meski banjir, airnya pun juga cepat surut, apalagi sejak dibantu mobil PMK yang menyedot air banjir. Meski demikian, warga berharap fungsi sungai dikembalikan.
“Harapannya dikembalikan kayak dulu, nggak banjir, nggak menyusahkan warga, mulai sungai dibangun jalan air masuk ke warga,” harapnya.(tim)
