Pendawa || Ngawi – Sejumlah warga desa Ngancar, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, protes keras ke Satuan Pelayanan,Pemenuhan, Gizi ( SPPG) desa Ngancar, akibat bau yang tidak sedap dari limbah dari dapur sppg tersebut bau yang menyengat dan mengganggu aktivitas warga yang ada disekitar SPPG tersebut,
Fauzan, Gilang, Har, warga yang terdampak langsung menjelaskan kepada Harian7 com bahwa limbah sppg baunya sangat tidak sedap alias bacin sekali,rumah kami yang berdampingan dengan sppg tersebut baunya sangat tidak sedap padahal rumah kami untuk usaha jualan nasi pecel,setelah adanya bau tersebut maka pengunjung kewarung kami berkurang katanya Selasa 21/4/2026.
Ironisnya sppg tersebut belum memiliki instalasi pengolahan air limbah yang memadai, faktanya jika diwaktu hujan limbah tersebut meluap dan mengalir kejalan jalan sehingga tercium bau tidak sedap ujar Fauzan, menurut SPPG Desa Ngancar diketaui dikelola yayasan Bhina Insan Cendekia Nusantara namung hingga saat ini belum ada respon perbaikan dari pihak sppg.
Warga juga telah mengadu ke Kepala Desa Nurhadi Hamdani, dan mengadu ke DPRD komisi 2 Kabupaten Ngawi,juga belum ada respon dan tindak lanjut.Kepala SPPG DIANA ,ketika di temui awak media Harian7 ditempat kerjanya hanya di terima didepan pintu dan menanyakan surat tugas dan id card setelah diberikan ia mengatakan tidak berwenang untuk memberikan konfermasi atau pertanyaan wartawan.hanya menyarankan untuk memintan penjelasan ke KORWIL SPPG Ngawi ibu TATAS, namun korwil tersebut belum bisa dihubungi melalui ponselnya.
Sojo anggota DPRD Ngawi komisi 2 ketika di konfermasi melalui ponselnya mengatakan “saya sudah koordinasikan melalui rapat di DPRD ternyata di Ngawi banyak sppg yang belum mempunyai Ipal dan melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan oleh BGN satgat sppg juga tidak mengetahui jadi kita tidak bisa berbuat apa apa pungkasnya(bd)
