Proyek Pembangunan Gapura Dander Bojonegoro Molor, Pekerja Keluhkan Pembayaran Gaji Nunggak dan Fasilitas Minim.

Picsart 26 09 01 11 12 41 563 scaled

Pendawa || BOJONEGORO— Bojonegoro 31/08/26 Proyek pembangunan gapura di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro yang dikerjakan CV Dua Putra Sidiq kini jadi sorotan warga. Pasalnya, pekerjaan sudah melewati batas waktu yang ditentukan namun progresnya masih jauh dari target.

Keterlambatan ini memicu keluhan dari para pekerja di lapangan. Saat ditemui awak media di lokasi, salah satu pekerja membongkar sejumlah penyebab molornya proyek.

“Pertama, scaffolding-nya kurang. Padahal pengerjaan sudah semakin tinggi. Sudah minta berkali-kali tapi nggak dikirim-kirim,” ujarnya.

“Yang kedua, pekerjaan gapura sebelah terhalang tanah. Kalau mau dilebarkan jalannya atau menggeser gapuranya itu sudah masuk tanah pribadi. Entah sudah ada penyelesaiannya apa belum, kami kurang tahu karena bukan ranah kami,” lanjutnya.

Gaji Nunggak, Semangat Kerja Turun
Selain kendala teknis, persoalan gaji juga jadi biang keladi lambatnya pekerjaan.

“Yang ketiga, gaji setiap minggu selalu telat dan selalu berkurang. Ini sudah pembayaran ke-8, tetap kurang. Tunggakan sebelumnya juga belum dilunasi. Otomatis semangat pekerja turun. Orang kerja ya cari uang. Kalau gaji nunggak terus, ya kurang semangat,” kata pekerja tersebut.

Ia menegaskan keterlambatan bukan sepenuhnya kesalahan pekerja. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi kalau scaffolding kurang, ya nggak bisa cepat kalau pengerjaannya sudah tinggi,” tegasnya.

Pekerja Lama Diganti Diam-diam
Yang lebih memprihatinkan, para pekerja mengaku kaget karena tiba-tiba diganti setelah libur beberapa hari, tanpa ada konfirmasi sebelumnya. Padahal gaji mereka belum dilunasi.

“Kami nggak tahu kenapa tiba-tiba diganti. Nggak ada pemberitahuan. Yang lebih miris, gaji belum lunas,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi di lokasi, awak media mendapati pekerja lama sudah diganti dengan pekerja baru. Namun tidak ada mandor, pelaksana, maupun konsultan yang berada di lokasi.

Pekerja baru mencoba menghubungi Pak Yudi, namun tidak membuahkan hasil. “Kata Pak Yudi, nggak punya urusan sama pekerja yang pertama. Itu urusannya sama Modin,” kata salah pak Yudi melalui telfon.

Pihak Mandor Lempar Tanggung Jawab
Modin selaku mandor saat dihubungi mengaku berusaha melunasi gaji. Namun terkait pergantian pekerja, ia melempar ke kantor CV.

“Untuk gaji saya berusaha melunasi. Tapi kalau soal ganti orang kerja, saya nggak tahu. Itu dari kantor,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, tunggakan gaji pekerja belum juga lunas. Meski sebelumnya sempat ada pembayaran cicilan, sisa kekurangan belum dibayar.

Para pekerja berharap instansi terkait segera turun tangan menertibkan proyek ini, baik dari sisi progres pekerjaan maupun hak-hak pekerja, agar pembangunan gapura yang menjadi wajah kecamatan tersebut bisa segera selesai(supri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp
URL has been copied successfully!