Pendawa || Ngawi. Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Jagir, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, mulai menuai protes keras dari masyarakat setempat. Hal ini dipicu oleh belum adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kondisi lingkungan di sekitar SPPG Desa Jagir dilaporkan memburuk, terutama saat musim hujan. Warga mengeluhkan aroma busuk yang menyengat, diduga berasal dari limbah produksi yang tidak terkelola dengan baik.
“Dugaan Mal administrasi Pengolahan Limbah”
Salah satu perwakilan warga menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak pengelola. Menurutnya, langkah darurat berupa penyedotan limbah dua kali seminggu membuktikan bahwa fasilitas tersebut belum siap beroperasi secara permanen.
> “SPPG kalau tidak mempunyai IPAL lebih baik ditutup saja daripada membuat lingkungan tidak sehat. Kalau belum siap jangan dipaksakan, kasihan warga yang terdampak bau busuknya,” ujar perwakilan lingkungan setempat,”
“Respons Pihak Pengelola dan Yayasan”
SPPG Desa Jagir diketahui menjalin kerja sama dengan “Yayasan Cahaya Jendela Kebaikan”. Saat dikonfirmasi, Ketua SPPG Desa Jagir, “Fajar Qoiriyah”, alias Ririn. enggan memberikan penjelasan mendalam dan mengarahkan media untuk menghubungi pihak lain.
“Terkait hal ini bisa langsung menghubungi Pak Slamet,” ungkap Irin singkat.
Namun, upaya konfirmasi kepada “Slamet” belum membuahkan hasil. Melalui sambungan telepon, ia menulis dalam WhatsApp berdalih sedang hari libur dan baru bersedia menemui media pada hari Senin mendatang.
Di sisi lain, Tatas, selaku Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Ngawi, juga belum memberikan respons resmi baik melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon hingga berita ini diturunkan.
“Standar Kelayakan yang Dipertanyakan”
Kasus ini memicu pertanyaan mengenai pengawasan dari dinas terkait terkait izin operasional SPPG. Mengingat program ini bertujuan untuk pemenuhan gizi masyarakat, standar higienitas dan sanitasi seharusnya menjadi prioritas utama sebelum unit mulai berproduksi.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Ngawi segera turun tangan untuk mengevaluasi kelayakan gedung dan sistem pembuangan limbah di SPPG Desa Jagir demi menjaga kesehatan lingkungan desa.(jat)
