Aliansi Masyarakat Dan Pemuda Bojonegoro Kecam peryataan Tiyo Ardianto Mantan Ketua BEM UGM Yang Tidak Beretika

IMG 20260615 WA0000 1

Pendawa || BOJONEGORO — Gelombang penolakan terhadap pernyataan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang dinilai melontarkan hujatan dan ujaran kebencian kepada Presiden Prabowo Subianto terus meluas di Jawa Timur. Kali ini, giliran Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bojonegoro yang menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk provokasi dan penghinaan terhadap kepala negara yang sah.

Pernyataan sikap yang digelar oleh gabungan elemen masyarakat, pemuda, dan alumni mahasiswa lokal di Bojonegoro pada Senin 15/6/2026 di jalan raya Kalitidu-Ngasem ini merupakan respons atas viralnya video pidato Tiyo Ardianto. Dalam potongan video yang beredar luas, Tiyo melontarkan kata-kata makian serta tuduhan personal yang dianggap telah melewati batas koridor kritik akademik yang sehat.

Tiga Poin Utama Pernyataan Sikap Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bojonegoro:

Menolak Keras Ujaran Kebencian: Menegaskan adanya perbedaan mendasar antara kritik konstruktif berbasis data dan makian personal yang menyerang kehormatan simbol negara.

Boikot dan Penolakan Kehadiran: Mendukung penuh langkah Aliansi Pemuda Jawa Timur (APJT) untuk memboikot dan menolak segala bentuk kegiatan yang melibatkan Tiyo Ardianto di wilayah Jawa Timur, termasuk Bojonegoro.

Imbauan Menjaga Kondusifitas: Mengajak seluruh lapisan pemuda dan masyarakat daerah untuk tidak terhasut oleh narasi provokatif yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Kritik terhadap jalannya pemerintahan tentu diperbolehkan dalam iklim demokrasi. Namun, memaki Presiden dengan kata-kata kasar dan tuduhan tidak berdasar bukanlah bagian dari budaya ketimuran dan etika mahasiswa,” ujar salah satu perwakilan deklarator aliansi Masyarakat dan Pemuda di Bojonegoro.

Sebelumnya, pernyataan kontroversial Tiyo juga telah memicu kecaman luas dari tokoh-tokoh nasional, salah satunya mantan Menpora Adhyaksa Dault yang secara terbuka meminta sang mahasiswa untuk beristigfar dan menghormati kepala negara. Aliansi Warga dan Pemuda Bojonegoro menegaskan akan terus memantau situasi lapangan guna memastikan wilayah mereka tetap kondusif dan bersih dari agenda-agenda provokasi kelompok tertentu.(hely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp
URL has been copied successfully!